Nasional

KKSS Meriahkan HUT Ke-49 Dengan Nobar Film BadiK

Avatar photo
57
×

KKSS Meriahkan HUT Ke-49 Dengan Nobar Film BadiK

Sebarkan artikel ini

MEGATRENDNEWS.ID, MAKASSAR – Peringatan HUT ke-49 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) akan diwarnai dengan kegiatan nonton bareng (nobar) film BadiK, yang rencananya dihadiri langsung Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman—yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional.

Film BadiK bertema Harga Diri, Cinta, dan Keluarga ini menjadi bagian dari rangkaian agenda akhir pekan Mukernas KKSS. Nobar dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 16 November, pukul 15.00 WITA di Studio 4 XXI Mal Ratu Indah, sekaligus menandai penayangan terakhir film tersebut.

Example 300x600

“Momentum HUT KKSS ke-49 membuat BadiK menjadi tontonan inspiratif bagi peserta Mukernas dan panitia. Setelah jalan santai, layanan kesehatan gratis, dan pasar murah di Lapangan Karebosi, kegiatan ditutup dengan nobar. Film ini tak hanya layak diapresiasi, tetapi juga membangkitkan kebanggaan nasional,” kata Rara Kusmira, pemeran Amma sekaligus produser eksekutif PH Indora.

Rara turut menyampaikan bahwa sejak tayang perdana pada 30 Oktober, BadiK diterima dengan antusias dan banyak penonton meminta dibuatkan lanjutan kisahnya. “Terima kasih kepada BPP KKSS yang memberi perhatian pada film Bugis Makassar. Tidak hanya BadiK 2, kami juga menyiapkan film berikutnya berjudul Anak Lorong bersama Yayasan DemiFilm Indonesia,” ujarnya.

Film BadiK mengangkat kisah anak muda yang memaknai badik bukan sekadar senjata, melainkan simbol jati diri Bugis Makassar: kesetiaan, prestasi, dan tanggung jawab. Selain aksi laga, pesan moralnya membuat penonton berharap ada sekuel. KKSS pun disebut menjadi salah satu pendukung utama hadirnya film-film Bugis Makassar.

Rara juga mengingatkan adanya talkshow di RRI Pro4 Budaya Kota Makassar bersama Dede, salah satu pemain film BadiK, pada Sabtu, 15 November 2025.

“Mariki terus mencintai film Bugis Makassar dengan berbahasa, mengenakan baju adat, menikmati kuliner khas, serta merawat musik dan tariannya sebagai identitas diri,” tutup Rara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *