BeritaSulawesi Selatan

Workshop Pengadaan Bersama BPKP Perkuat Profesionalisme Tata Kelola RSUD Andi Makkasau

Avatar photo
51
×

Workshop Pengadaan Bersama BPKP Perkuat Profesionalisme Tata Kelola RSUD Andi Makkasau

Sebarkan artikel ini

MEGATRENDNEWS.ID, PAREPARE – Kamis, 12 Februari 2026. RSUD Andi Makkasau Kota Parepare menyelenggarakan Workshop Pengadaan Barang dan Jasa sebagai upaya strategis dalam memperkuat tata kelola rumah sakit yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 2 RSUD Andi Makkasau dan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan, dengan peserta yang terdiri dari jajaran manajemen serta pegawai yang terlibat langsung dalam proses pengadaan.

Workshop tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, Sekda Parepare menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan yang memiliki kompleksitas tinggi serta tuntutan akuntabilitas yang besar.

Example 300x600

Amarun menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan workshop menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai regulasi dan prinsip tata kelola yang baik.

“Workshop ini sangat penting untuk memastikan tata kelola pengadaan di RSUD Andi Makkasau tetap berada pada jalur yang benar, sesuai ketentuan perundang-undangan, serta mampu meminimalkan potensi risiko hukum dan administratif. Dengan pengadaan yang tertib dan akuntabel, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Amarun.

Direktur RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, dr. Hj. Renny Anggraeny Sari, MARS,. FISQUA.,MQM, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen manajemen rumah sakit untuk membangun sistem pengadaan yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas. Menurutnya, pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan pelayanan rumah sakit, mulai dari ketersediaan alat kesehatan, obat-obatan, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh proses pengadaan di RSUD Andi Makkasau dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan minim risiko. Pengadaan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan serta kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit,” tegas dr. Renny.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber dari BPKP Perwakilan , Damargo Hadiono, memberikan penjelasan komprehensif terkait regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, penguatan sistem pengendalian internal, serta strategi mitigasi risiko yang perlu diterapkan oleh satuan kerja, khususnya di lingkungan rumah sakit.

“Pengadaan barang dan jasa merupakan area strategis yang memiliki risiko cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman regulasi yang utuh, perencanaan yang matang, serta pengendalian internal yang kuat agar seluruh proses pengadaan berjalan transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Damargo Hadiono.

Ia juga menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia dan komitmen pimpinan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pengadaan yang bersih dan berintegritas.

“Kunci utama pengadaan yang baik terletak pada kompetensi SDM dan komitmen pimpinan. Dengan tata kelola yang tepat dan mitigasi risiko yang memadai, pengadaan tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, yang dimanfaatkan para peserta untuk mengonsultasikan berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan rumah sakit. Diskusi ini diharapkan mampu menyamakan persepsi antarunit kerja serta memberikan solusi praktis yang aplikatif.

Melalui kegiatan ini, RSUD Andi Makkasau Kota Parepare berharap dapat memperkuat budaya kepatuhan terhadap regulasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, efektif, efisien, dan berintegritas. Dengan tata kelola pengadaan yang baik, rumah sakit diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkelanjutan. (adj).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *